Tuesday, February 22, 2011

FF - Eternal Love [Part 1]


Author : Chae Yoon 

Cast : Cho Kyuhyun , Kim Min Young , Kim Ryeowook


Kali ini author bikin ff yang ada unsur Jepang nyaa walopun dikit banget. Jujur , ga punya pengetahuan tentang Jepang sama sekali. Mianhae kalo kata katanya aneh nyampur gaje gitu. Hahaha.
Udah deh langsung aja. Happy Reading^^

Angin yang sejuk , pemandangan indah , dan kenangan masa lalu menemaniku pagi ini. Aku masih menunggunya sampai saat ini. Taman ini akan terus menjadi saksi bisu awal pertemuan kami. Di sinilah kami bertemu , dan tempat ini juga sudah menjadi temanku semenjak dia pergi  ke luar negeri untuk melanjutkan sekolah musicnya. Aku merapatkan jaketku dan mengikatkan syalku di leher. Walaupun cuaca di Nagoya ini sangat dingin , tapi tidak menghentikan niatku untuk datang ke tempat ini setiap pagi.  10 Tahun aku tidak bertemu dengannya tapi rasanya sudah 1 abad *lebay. Setiap kenangan kami saat itu selalu muncul di otakku seperti sebuah film. Dan saat ini , keahliannya bermain piano mucul tiba tiba di otakku.


-Flashback-

“Raiko,  Ayo temani aku bermain piano” Seorang panggeran kecil menarikku ke dalam sebuah ruangan yang terdapat sebuah piano putih yang sangat indah di pojok sana. Aku hanya mengikutinya masuk kemudian diam sambil menatapnya duduk di kursi yang ada di depan piano.
“Kenapa diam saja di sana? Ayo kemari” Aku mengangguk kemudian menghampirinya dan duduk tepat disebelahnya.
“Kau bisa bermain piano?” Aku tersenyum malu lalu menggeleng.
“Kau mau ikut bermain piano denganku?” Aku menggeleng lagi. Aku takut permainan pianonya akan rusak olehku.
“Baiklah. Aku akan bermain piano untukmu” Aku mengangguk. Dan beberapa detik kemudian , suara indah mengalun dari piano itu. Aku menutup mata sambil menikmati setiap nada yang dimainkannya.  Tangannya yang cekatan membuat music itu semakin terdengar indah di telingaku. Setelah alunan music itu berakhir , aku membuka mata lalu menatapnya kagum.
“Kau benar benar hebat” Aku mengangkat kedua jempolku. Dia terkekeh mendengarnya.
“Benarkah? Oh iya , ada yang mau kukatakan padamu”
“Katakan saja” Dia kemudian terdiam sesaat lali menghela nafas berat.
“Besok aku akan pergi ke Seoul dan akan meneruskan sekolah music di sana. Aku harap kau selalu mendukungku agar bisa meneruskan cita citaku menjadi seorang pianist” Bibirku kali ini sangat sulit untuk bergerak. Aku berusaha tersenyum walaupun mungkin sangat terlihat dipaksakan. Aku mengangguk.
“Aku akan selalu mendukungmu. Jadilah seorang pianist seperti ayahmu” Pandanganku teralih pada sebuah foto seorang pria paruh baya berukuran besar yang terpampang rapi , menghadap ke arah piano ini. Itu adalah foto ayahnya yang telah tiada. Beliau adalah seorang pianist. Dan belum lama ini meninggal karena kanker paru paru akut yang telah membunuh tubuhnya secara perlahan. Sekarang  beliau ingin anaknya juga menjadi seorang pianist.  Sejak kecil Oguri juga sudah mempunyai bakat. Sejak itu ayahnya meminta Oguri menjadi seorang pianist terkenal seperti ayahnya.  Mungkin aku memang harus melepasnya pergi. Aku tidak mungkin menahan permintaan terakhir seorang ayah pada anaknya. Walaupun itu sangat berat. Cairan bening itu menetes dari pelupuk mataku. Dia menaruh tangannya dipipiku lalu menghapus air mataku.
“Kenapa kau menangis? Aku akan kembali jika aku sudah menjadi seorang pianist terkenal. Dan kau adalah orang pertama yang aku temui jika aku kembali. Will you wait for me?” Aku mengangguk.
“Berjanjilah padaku” Sekarang kelingkingnya berada tepat di depan mataku. Aku meraihnya , dan kelingking kami bertautan.

-Flashback end-

All I want to do is find a way back into love I can’t make it through without a way back into love.. 

Ponselku yang berdering membuatku sadar dari lamunanku lalu melihat tulisan ‘Eomma’ di LCD. Aku menekan tombol hijau.
“Yeoboseyo”
“Min Young-ah , eodissneungeoya?” Min Young adalah nama Korea-ku. Kadang aku dipanggil Min Young oleh ibuku.
“Aku ada di taman. Wae?”
“Aigoo~ Selama 3 jam kau di taman? Pulanglah , cuaca di luar sangat dingin” Aku melihat jam tanganku. OMO! Sudah hampir 3 jam aku duduk di sini. Aku harus cepat pulang.
“Ne , arraseo” aku menekan tombol merah untuk mengakhiri panggilan. Aku berdiri meninggalkan ayunan yang sejak 3 jam yang lalu kududuki. Aku berjalan menyusuri jalan yang penuh dengan salju dan sesekali menggosokan kedua tanganku agar sedikit hangat. Karena aku tinggal tidak jauh dari taman , aku sampai di apartement tidak lebih dari 10 menit. Dengan cepat aku masuk ke dalam gedung apartement karena sudah merasa dingin di luar. Aku menekan bel , tidak lama kemudian seorang yeojja yang sangat kukenal membuka pintu untukku.

“Mwo? Apa aku tidak salah dengar ahjjuma?” Aku berbicara pada ahjjuma yang memang orang Korea. Aku bisa berbahasa Korea , walaupun berbiacara bahasa Korea hanya dengan eomma dan saudara dari ibuku yang memang orang Korea. Appa juga bisa berbahasa Korea karena pernah tinggal di Korea selama 20 tahun. Tapi kalau dengan teman temanku , aku menggunakan bahasa Jepang.
“Ne , Kita akan tinggal di sana. Apa kau merasa keberatan?” jawab eomma. Aku menggeleng cepat.
“Sangat tidak keberatan. Kapan kita pindah ke Seoul?” ucapku bersemangat. 
“Bagaimana kalau besok?” Tanya Eomma pada ahjjuma.
“Joh-a , aku akan siapkan tiketnya untuk keberangkatan kalian besok” kata kata ahjumma disambut oleh anggukan kepala eomma.
“Eomma , ahjjuma , aku akan segera membereskan barang barangku” Aku segera berlari ke kamar yang tidak jauh dari ruang tengah. Karena kami pindah ke apartement , tempat tinggal kami jadi tidak seluas dulu waktu tinggal di rumah biasa.  Aku segera memasukan pakaianku ke dalam koper dan memasukkan barang barang yang kuanggap berguna ke dalam tas. Besok akan menjadi hari yang paling membahagiakan :D  Jamkkanman , aku teringat sesuatu. Aku membuka laci yang ada di samping tempat tidurku dan menemukan barang itu. Sebuah foto dan sebuah kalung darinya.  Aku segera memakai kalung itu. Oguri , semoga kita bertemu di Seoul. Aku sangat merindukanmu. Pasti kau sudah menjadi seorang pria yang tampan sekarang. Sangat tidak sabar menunggu hari esok. Aku memegang kalung itu. 

Oguri , tunggu aku. Aku akan menemuimu sebentar lagi.

Siapa Oguri itu? Kyuhyun atau Ryeowook?
Tunggu part selanjutnya^^


No comments:

Post a Comment