Author : Chae Yoon
Aigoo. Selalu saja begini. Eomma dan appa selalu duduk bersama.
Sedangkan aku? Selalu saja sendiri -.- Sangat membosankan. Aku melirik jam
tanganku. Kenapa lama sekali take off nyaa? Aku mengeluarkan i-pod dari tasku
lalu memasang earphone ditelingaku. Aku tidak boleh menyalakan ponsel ketika di
pesawat. Dan aku yakin menunggu tanpa hiburan itu sangat membosankan. Tiba tiba
aku merasa ada yang menepuk pundaku. Aku membuka earphoneku lalu menatapnya.
“Bolehkan aku duduk di sini?” Dia menunjuk kursi yang ada tepat di
sebelahku. Aku mengangguk lalu mengangkat tasku yang kusimpan di kursi itu. Dia
duduk di sebelahku.
“Cho Kyuhyun imnida” ucapnya. Mwo? Imnida? Dia menggunakan bahasa
Korea?
“Ah maksudku. . .” Sekarang dia menggunakan bahasa Jepang. Mungkin tadi
dia lupa dan berbicara menggunakan bahasa Korea.
“Kim Min Young imnida” Aku memotong kata katanya lalu tersenyum.
Wajahnya terlihat terkejut. Mungkin karena aku berbahasa Korea.
“Kau berbahasa Korea?” Aku mengangguk.
“Aku memang keturunan Korea” Dia mengangguk angguk mengerti.
“Kau ke Korea untuk berlibur?” tanyanya.
“Aniyo. Aku akan tinggal di sana untuk beberapa waktu. Kau?”
“Aku orang Korea. Beberapa waktu lalu aku memang ke Jepang untuk
mengurus sesuatu. Tapi waktu kecil aku juga sempat tinggal di Jepang. Dan sekarang
aku harus pulang karena ibuku sakit dan tidak ada yang mengurusnya karena appa
sudah tiada” Dia tersenyum tipis. Aigoo. Aku jadi merasa bersalah menanyakan
hal itu.
“Mianhae” Dia menggeleng sambil tersenyum.
“Bukan salahmu” Aku jadi teringat Oguri. Appa mereka sama sama sudah
meninggal. Aku beruntung masih memiliki appa.
“Oh iya , mannaseo bangapseumnida. Kalau ingin meminta bantuan padaku ,
kau bisa menghubungi nomor ini” Kyuhyun menyerahkan sebuah kertas kecil. Kartu
nama?
“Arraseo. Gomawo” Aku tersenyum padanya kemudian menaruh kertas itu di
saku jaket putihku. Kyuhyun Kyuhyun Kyuhyun. Orangnya tampan juga. Aish! Kim
Min Young. kau akan menemui namjja chingumu sebentar lagi masih memikirkan
namjja lain? Ah lebih baik aku tidur saja.
**
Aku sudah sampai di Seoul dan sekarang sedang merapikan kamar baruku.
Joh-a , sudah selesai. Ternyata barang barangku banyak juga. Sangat melelahkan
ternyata merapikannya. Sekarang aku duduk di kasur sambil memegang ponselku di
tangan kanan , dan kartu nama namjja itu di tangan kiri. Apakah aku memintanya menemaniku
jalan jalan? Aish! Aku kan baru kenal dengannya. Mana mungkin aku pergi bersama
namjja yang baru aku kenal. Tapi , sepertinya dia orang yang baik. Aku bosan
diam di apartement ini. Baru saja setengah jam sampai , eomma dan appa sudah
mengurus bisnis mereka. Aigoo. Ah aku tidak peduli. Yang penting aku bisa jalan
jalan. Sekarang jari jariku sudah menekan tombol yang ada di ponselku.
“Yeoboseyo” jawab orang diseberang sana.
“Kyuhyun-ssi?” ucapku ragu ragu. Aku takut salah sambung.
“Ne , Nuguseyo?” Aku lupa kalau dia tidak mengetahui nomor ponselku.
“Min Young. hehe”
“Ah Min Young-ssi , Wae?”
“Apa kau sedang sibuk hari ini? Aku ingin memintamu menemanimu jalan
jalan. Apa kau mau?” Aku berbicara pelan pelan karena aku takut dia tidak mau
menemaniku.
“Jalan jalan? Okay. Jam 5 sore temui aku di Namsan tower. Arraseo?”
“Ne. Gomawo” Aku memutuskan sambungan teleponnya. Sekarang jam berapa?
Aku melihat jam yang ada di ponselku. Mwo? Jam 4? Aku akan segera bersiap.
**
Aku menunggu Kyuhyun di Tower ini dari setengah jam yang lalu. Lama
sekali dia -.-
Tapi aku tidak boleh menyalahkannya malah harus berterima kasih padanya
masih untung dia masih mau menemaniku jalan jalan.
“Min Young-sshi” Aku mencari arah suara itu. Ah ternyata Kyuhyun sedang
berlari ke arahku. Sekarang dia sudah sampai di depanku dan sedang mengatur
nafas.
“Kau sudah lama menunggu? Mianhae. Tadi aku ada urusan mendadak” Joh-a
, karena dia akan menemaniku , aku maafkan. Aku mengangguk sambil tersenyum.
“Aku baru saja sampai” Dia memegang tanganku. Kenapa dia ini? Jantungku
kenapa berdegup secepat ini? Aku menatap telapak tanganku yang tertutup dengan
telapak tangannya.
“Wae? Ayo kita jalan jalan” ucapnya bersemangat seperti tidak ada apa
pun yang terjadi.
“Ah n-ne” Aku sedikit gugup.
Kami menyusuri kota Seoul sore hari. Langitnya berwarna orange. Indah
sekali. Dan , aku baru tau di Seoul juga ada bunga sakura. Kukira bunga itu
hanya ada di Jepang. Aku berjalan di pinggir kota bersama Kyuhyun. Membeli ice
cream , acssesoris , waaaah sangat menyenangkan. Ternyata namjja ini mudah
akrab denganku. Dan kepribadiannya sangat menyenangkan. Oh iya , kami juga
berfoto bersama. Gayanya sangat keren. Dia sudah seperti model yang biasa difoto.
Haha. Yah bisa kusimpulkan bahwa Seoul adalah kota yang indah dan sangat
menyenangkan. Apalagi ada Kyuhyun. Kyuhyun adalah teman pertamaku selama di
Seoul. Ne , semoga dia tidak melupakanku jika suatu saat aku pulang ke Jepang. Ah
tidak terasa , sudah malam. Langit juga sudah gelap. *anak kecil juga tau*
Padahal aku masih ingin jalan jalan. Coba saja eomma tidak meneleponku dan
menyuruhku pulang , aku pasti akan menculik Kyuhyun sampai pagi dan bermain
sepuasnya. Tapi sayang , itu tidak mungkin. Kyuhyun mengantarku pulang sampai
depan apartement.
“Kyuhyun-ah , gomawoyo” aku tersenyum padanya. Dia mengangguk.
“Ne” Kyuhyun mengacak rambutku.
“Aku pulang dulu” Aku mengangguk lalu melambaikan tangan. Kyuhyun
semakin menjauh dan lama lama tidak terlihat lagi. Kenapa tiba tiba rasanya perasaanku tidak
rela ya ketika dia semakin jauh?
Aku senang memiliki teman seperti dia :)
No comments:
Post a Comment